Thursday, 12 March 2015

A Thousand Years - Christina Perri Lyrics



Heart beats fast


Colors and prom-misses


How to be brave


How can I love when I'm afraid





Kebenaran selalu bersembunyi dalam sunyi. Berbicara sama dengan menjauh, diam berarti kian mendekat. Kamu begitu fasih mengelabui hati, mengganti arti membahagiakan dengan melepaskan. “Bahagia seperti apa itu? hujatku dalam hati, bukankah bahagia tak lebih dari gambar yang kita ciptakan dalam kepala? kita saling ‘melepas’ tapi mengapa bayangmu tak tanggal lekas. Selalu datang disaat jelang tidurku. Karena tak ada terbayang di’angan’ku, untuk kau jadi ‘angin’ lalu. Nah! mengertilah kamu apa yang kurasakan sekarang. Tapi jika itu kurang? Tambahkanlah perasaan itu; perasaan sekarang dengan sepi jelang tidurmu, taburkanlah suasana gelap kamar tidurmu, padukanlah juga dengan sunyimu. Kemudian aduklah dengan kuat semua itu. Pekat benarkan? Sesaat sesak pun meruak.

Monday, 9 March 2015

Sunday, 8 March 2015

Tahukah kita? Memandang seseorang saat ini tidak
lagi bisa dilihat dari sekedar pakaian dan isi otaknya.
Sudah menjadi bias mana yang asli mana yang palsu.
Seandainya setiap orang tahu, bahwa mata tidak lagi
bisa mengenali dengan jujur. Tapi tidak setiap orang
paham bahwa dia memiliki mata hati. Hati mengenali
hati. Mata hanya mengenali fisik.
Tahukah kita? Diri kita dan apapun yang kita miliki
adalah hal yang paling baik untuk kita. Bukan untuk
orang lain. Apa yang dimiliki orang lain, itu yang
terbaik untuk mereka. Bukan untuk kita. Seandainya
kita paham konsep kecil ini, kita tidak perlu iri hati.
Sayangnya, diantara kita saling membandingkan. Lalu
menyakiti diri sendiri.

-KG -Suaracerita