Wednesday, 31 December 2014

Tahun baru 2015

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh wamaghfiratuh :)

Selamat pagi, dihari pertama tahun baru 2015. Alhamdulillah sekarang sudah liburan yah. Seperti biasa liburan saya hanya bersama keluarga tercinta saja :) dirumah.. Alhamdulillah nikmat sekecil apapun harus tetap kita syukuri yah :) tapi pernah juga saya membandingkan diri saya dengan orang lain. Melihat orang lain yang serasa lebih bahagia dari pada hidup saya. Istilahnya (Rumput tetangga lebih hijau).. Heheh kalau begitu sering sekali terasa kufurnya. Ya Alloh maafkan diri ini, ampuni hamba :') mudah-mudahan Tahun ini saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi, tidak suka membanding-bandingkan diri ini dengan oranglain. Bersyukurlah masih mempunyai keluarga yang utuh, mempunyai seorang ayah yang sangat menyayangi, sosok yang optimis yang memberikan saya kekuatan untuk tidak pantang menyerah, sosok ibu yang dengan kesederhanaannya yang menyejukan, mendamaikan, sosok ade yang bawel nan cerewet yang memberi keriangan dalam keluarga. Alhamdulillah atas apapun yang Alloh berikan dalam kehidupan saya, saya sangat-sangat bersyukur. Kuharap aku menjadi pribadi yang lebih bermanfaat, tidak hanya sekedar angan-angan belaka tetapi menjadi nyata dalam tindakan, karena selama ini aku hanya menjadi pribadi penuh angan tanpa aksi nyata sepertinya. (bukan sepertinya lagi tapi memang iya 😀) aduh maafkan.
Menjadi pribadi yang lebih baik dalam hal menuntut ilmu serta ibadahnya :) menjadi sosok yang tidak hanya ingin mengerti tentang ilmu dunia tetapi ilmu akhirah juga, karena harus seimbang, jadikanlah dunia ada digenggamanku dan akhirat dihatiku Aamiin :D
Di Tahun ini, mudah-mudahan murojaaahnya lebih ditingkatkan lagi, pemahaman atas asbabunuzulya juga harus diperdalam, tajwidnya dan tartilnya, do'a-do'a diperbanyak, sholawat jangan terlupa. kalau bisa menghapal dengan sedikit-sedikit, puasa sunahnya jangan males-malesan, baca buku jangan novel-novel terus. Aspek lain-lainnya juga harus selalu ditingkatkan. Ah, betapa banyaknya koreksi atas diri ini ya Rabbi, apalagi tak terhitung dosa-dosa ini.. Maafkan :'(
Sekian yah, saya sudah bingung mau nulis apa lagi, tadinya saya sudah menulis panjang-panjang mencoba posting ditumblr, tapi sepertinya Alloh tidak menghendaki, hheeh tumblrnya nghange terus saya hapus, berkali-kali begitu,  sepertinya memang saya harus tetap memakai blog yah~ hhehe^^§

Wasalamualaikum ^^

Monday, 29 December 2014

Puisi Aku dibuat oleh aku untuk aku.

Aku memilih gelap jika terang menyilaukan
Aku memilih sunyi jika ramai membisingkan
Aku memilih malam jika siang melelahkan
Dan aku memilih bungkam jika berkata menyakitkan...
Aku adalah apa yang aku pikirkan
Aku adalah aku tanpa mereka tahu
Aku mencari tahu siapa aku
Aku menggunakan rasionalku
Aku menggunakan empiriku
Sampai aku tahu siapa aku
Sampai aku menemukan jawaban
Aku bukanlah aku yang aku pikirkan
Ataukah aku adalah aku yang aku pikirkan
Sampai suatu saat tak menemukan jawaban
Ternyata ada yang tahu aku ini siapa aku, Rabbku....

Saturday, 27 December 2014

This night

There's nothing else can do.
Stare at the window in to nothing.
Nothing.
An hour past through and nothing.
Nothing has change.
I think i'm moving but i go nowhere.
It is what it is.
Emptiness.
I've became what I can't be.
I feel like i am trapped in my own mind.

Friday, 19 December 2014

Jleb banget ini :'( Allohu

“Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan
sesuatu yang tidak bermanfaat bagi dirinya.” Kutipan hadis
berikut terdapat dalam Sunan Ibnu Majah, Bab “Menahan
Lisan dan Berbuat Fitnah”, Nomor 3976. Menurut
Nashiruddin Al-Albani derajatnya shahih. Hadis ini seakan
mengonfirmasi firman Allah, “Sungguh beruntung orang-
orang yang beriman. ...dan orang-orang yang berpaling
dari perbuatan dan perkataan yang tidak berguna.” (Q.S. Al-
Mukminun: 1 dan 3).
Di dunia ini, tentu kita tidak pernah bisa lepas dari pernak-
pernik kehidupan. Entah itu yang menyenangkan, ataupun
menyesakkan kita. Itulah dinamika dan warna kehidupan
yang pasti dijelang setiap insan, siapa pun dia. Tanpanya,
hidup dan kehidupan bagai terasa lesu dan hampa.
Keberadaan seseorang diuji dari seberapa besar
manfaatnya bagi sesama dan lingkungannya. Islam
melarang kita menjadi orang yang wujuduhu ka ‘adamihi
(keberadaannya sama dengan ketiadaannya). Lebih
dilarang lagi jika menjadi orang yang ‘adamuhu khoirun min
wujudihi (ketiadaannya lebih baik ketimbang
keberadaannya). Islam mengajarkan kita agar menjadi
orang yang anfa’uhum linnas (paling bermanfaat bagi orang
lain). Inilah tipologi orang yang keberadaannya
menguntungkan dan dinantikan siapa saja. Saya
menyebutnya "orang penting".
Setiap kita pasti ingin menjadi orang seperti itu. Minimal,
keberadaan kita dinilai penting oleh lingkungan tempat kita
tinggal. Teman yang dianggap penting akan menjadi tempat
curhat bagi temannya. Orangtua yang dianggap penting
akan menjadi teladan bagi anak-anaknya. Pegawai yang
dianggap penting akan dipertahankan perusahaannya.
Pemimpin yang dianggap penting akan didengar rakyatnya.
Tokoh yang dianggap penting akan dikenang umatnya...
Karena itu, tidak usah heran jika ada orang yang ucapan
dan tindakannya begitu mendapat perhatian dan sambutan
dari banyak kalangan. Dia adalah "orang penting". Berbeda
dengan orang yang "tidak penting", kehidupannya pun tidak
terlalu dipedulikan orang.
Emha Ainun Nadjib pernah membuat permisalan terkait ini.
Menurutnya, ada lima tipologi manusia. Pertama, manusia
haram, yaitu manusia yang keberadaannya sangat
merugikan. Kedua, manusia makruh, yaitu manusia yang
ketiadaannya lebih menguntungkan ketimbang
keberadaannya. Ketiga, manusia mubah, yaitu manusia
yang keberadaannya sama dengan ketiadaannya. Keempat,
manusia sunnah, yaitu manusia yang keberadaannya lebih
menguntungkan ketimbang ketiadaannya. Kelima, manusia
wajib, yaitu manusia yang keberadaannya dinilai vital
sehingga harus diupayakan.
Bagaimana menjadi orang tipologi terakhir itu? Perjalanan
hidup ini berangkat dari titik nol. Butuh proses keras dari
bawah agar bisa menjadi from nothing to be something.
Tentu sesuai kapasitas dan peran masing-masing. Dan,
menjadi "orang penting" sangat terkait erat dengan
kemampuan kita dalam memilih.
Dengan kata lain, kehidupan ini terlalu berharga untuk
sebuah pilihan yang tidak berguna. Saya merasa kasihan
kepada orang yang sebagian besar hidupnya dihabiskan
untuk berbagai hal yang tidak berguna. Lebih kasihan lagi
jika kebanyakan yang dia lakukan itu justru keluar dari
norma agama dan masyarakat. Orang semacam ini disebut
"sampah masyarakat".
Mari kita senantiasa memacu diri untuk meraih prestasi.
Keinginan saja tidak cukup, tanpa ditopang kemauan dan
do'a. Ingin pandai, kita harus belajar. Ingin kaya, kita harus
bekerja. Ingin sukses, kita harus berkarya. Ingin terhormat,
kita harus memuliakan diri. Ingin meraih ridho Allah, kita
harus taat beribadah.
Benang merahnya yakni kita harus mampu memilah antara
yang penting dan tidak penting. Demikian pula dalam
menjalani kehidupan ini, kita harus selalu fokus. Jangan
sampai terjebak oleh persoalan-persoalan pinggiran alias
tidak penting, yang kerapkali melalaikan kita dari tujuan
utama dan mulia.
Oleh karena itu, sabda Rasulullah dan firman Allah di atas
patut dijadikan panduan. Orang Islam yang baik harus
berpaling dari segala sesuatu, tindakan atau ucapan, yang
sia-sia. Para bijak bestari mengatakan, “orang penting
hanya mengerjakan yang penting”.
M. Husnaini
Wakil Pengasuh PP. Al-Basyir Takerharjo Solokuro
Lamongan

Sumber: Republika


Tuesday, 16 December 2014

Do'a adalah.....

Bentuk cinta tertinggi....
Bentuk kasih tanpa pretensi
Dan cara termanis untuk menunjukan perhatian...
Bentuk kasih sayang tertulus yang mungkin kamu berikan pada orang lain..
Mendoakan dalam diam bisa disebut sebagai bentuk cinta paling dalam....
“Kita Bertemu Dalam Doa Dulu, ya?”, Adalah Kata Termanis Saat pertemuan Fisik Tak Mungkin dilakukan....

malamku

hujan....... selalu menjadikan alasan dan inspirasi puisi banyak penyair... begitupun malam ini..... semoga, hujan ini hujan yang memberikan manfaat dan bukan mudharat.... termenungku terheran dengan tontonan televisi.. yang kualitasnya dibenci para penonton itu sendiri.... ah, tapi tetap ku suka... karena ku sepi... kadang suara kodok pun menjadi penghibur, tak terasa tetesan terahir dari gelas susu coklatku telah ku telan habis .... suara panggilan tuk segera menghadap Tuhanpun terdengar di kupingku.... ah Tuhan,,, ah Tuhan.... kenapa kau sayang sekali kepadaku.... pantaskah aku jadi hambaMU.... ah ,.. diri ini bagai ranting pohon yang kering.... tanpa arti..... dibumi pertiwi....... Tuhan,,,, tuhan hendak jadi apa diriku ini???? pertanyaan yang terus menderu ditiap saatku.....

Monday, 15 December 2014

Puisi dalam novel pudarnya pesona cleopatra

Ada puisi yang gak kalah so sweet nya nih dari yang aku posting sebelum-sebelumnya.... Yap, dari novel karya kang abik, ceritanya ini puisi dibacain Sama anak kecil gitu sehabis faiq melakukan ijab kabul, puisi ini di tulis faiq sewaktu kuliah di mesir untuk bidadarinya, dan ternyata yang jadi bidadarinya itu niyala.....
Aaaahhh ini novel paling TOP bgt banget lah!!!! Sumpah envy sama niyala & faiq nyaaaa huhuhuhu :'(

Bidadariku

"Mas kawin untuk bidadariku
Adalah sekuntum bunga melati
Yang aku petik dari sujud sembahyangku
Setiap hari
Buah cintaku dengan bidadariku
Adalah lahirnya sejuta generasi teladan
Yang menggendong tempayan-tempayan kemanfaatan
Bagi manusia dan kemanusiaan
Pada setiap tempat, pada setiap zaman
Mereka lahir demi kesejatian sebuah pengabdian
Dalam abad-abad yang susah,
Abad-abad yang tidak mengenal Tuhan
Abad-abad hilang naluri kemanusiaan
Abad-abad berkuasa rezim-rezim kemungkaran
Dan mereka tetap kekar dan setia membela kebenaran
Dan keadilan
Estafet perjuangan kami berelanjutan
Sambung-menyambung pada setiap generasi
Tak berpenghabisan dan terus bergerak
Mengaliri ladang-ladang peradaban
Seperti cintaku pada bidadariku
Yang terus tumbuh semakin subur
Dari hari ke hari
Laksana kalimat suci
Di hati para salehin
Di hati para Nabi"